Kamis, 08 Januari 2009

SELAMAT PAGI 2

Sinar matamu berpendar saat senja mengikat perih pada pandanganmu
Biarkan bulan mencium keningmu ketika gelap malam meresap
Hitam rambutmu tergerai seiring mimpi menghuni lelap
Hingga lafad-lafad adzan menjadi saksi hadirnya pagi

Saat matahari mulai membelai wajahmu
Aku hanya dapat menyapa senyuman
Mengisi pundi-pundi harap dengan doa
Dan serangkaian puji-pujian

Sejengkal penuh sebutir peluh melukis jejak pada wajah
Letih ini tertunduk malu dihadapanmu
Sementara rasa rindu mulai bertebaran
Mengisi denyut-denyut nadi yang tak beraturan

Keinginan ini hidup dalam sebuah harapan
Saat senja mengikat perih pada pandanganku
Biarkan keikhlasan mencium hatimu saat gelap malam kembali meresap
Dan ijinkan rinduku menemani lelapmu



Tidak ada komentar:

Pengikut