Sampaikan kepada doa yang menengadah
Tentang pundak pundak pengembara yang saling berbicara perihal lelahnya
Juga tentang maaf dalam ribuan bahasa
serta tentu saja tentang dosa yang naik tahta.
Beritakan kepada desir lelah yang mengerucut
Apa yang dapat kuperbuat ?
Aku melangkah maju dalam kereta yang berjalan mundur
Lalu kau katakan, (senyap) untuk sebuah akhir
Dari sekilas sikap tempo hari
Kau rendahkan maksud dengan sedikit tutur
Ketika kubiarkan cerita ini mengikis habis ketenangan hati
Jasad yang mungkin, tak mungkin lebih lelah
Bergerak lamban meninggalkan keinginan
Namun dirimu masih tetap disana
Seperti saat diriku belum datang
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar