Berdua dengan kesendirian murahan
Diatas gundukan sesal yang paling tinggi
Kubenahi hati seadanya
Lalu dalam pelan yang mengisyaratkan kelelahan
Kusebut namamu.....
Katakan apa saja pada kesan yang datang sore ini
Ketika baru saja akan kunikmati pesonamu
Kurapatkan ruas-ruas jemari doaku
Langit jingga pekat kutatap lekat
Tidak ada bintang jatuh untuk sebuah permohonan
Kau tinggalkan aku dalam sadar yang terus berdecak
Saat senyuman itu melebar dari auramu
Tubuh ini bergetar tungkai-tungkai berlemasan
Engkau telah menuai semua jemu
Dari ladang gersang penantian
Apakah lalu hidup menjadi sebuah pilihan
Saat kuingin senyum itu mengisi penuh sisa hidupku
Walau seluruh jera menghimpun lara
Hingga roboh menghempas tanah
Lalu mati sesaat kemudian......
Hidup tentu saja bukan tentang pilihan,
Bila denganmu.....
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar