Tujuh ratus dua puluh tapak kaki
Tertanam pada wajah bumi
Jejak langkah-langkah pesakitan
Menuruni lereng terjal bukit keinginan
Dirimu berada di puncak sana
Diseberang jurang diatas bukit ini
Tiada bergeming menatapku tajam
Memaksaku kehilangan nuansa rasa
Jemariku tak cukup kuat menggapaimu
Kau berada pada sisi kenyataan yang lain
Jurang itu memisahkan jalan dari tanah ini
Memaksaku kembali sejauh
Tujuh ratus dua puluh tapak kaki
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar