Terdera kelu jejak pongahku
Benih-benih akal sehat terkuras entas
Hati kecil menjerit memekakkan telinga sanubari
Penat ini semakin menjulang
Jelaskan kepadaku tentang putaran waktu
Saat kupijak malam-malam tak bernyawa
Segelap hina menyekat jiwa
Sehitam arang kayu pengorbanan
Tidakkah kau tergoda untuk diam
Apakah nafas bengisku tak terhirup olehmu ?
Amarahku meletup-letup di atas wajan angkara
Mendidihkan merah geram wajah berang kesetanan
Kubunuh engkau wahai penguasa hati
Pembungkam hasrat dan penumpas niat
Benci ini terhunus ke jantungmu
Sebaiknya pergi !
Sebelum detak sadarmu jatuh tersungkur.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar