PUISI TERAKHIR II
Kerinduan ini mulai menangis kecil,
Saat kubiarkan mereka mulai bertanya perihal dirimu.
Hanya diam yang kemudian merapat,
Menemani sibuknya ujung mata, menahan tumpahnya air mata.
Dirimu adalah candu dalam garis waktu ketika irisan takdir saling bertemu
Tangis kerinduan mulai pecah
Saat dia mulai menagih "janji" lama tentang kapan aku akan membawanya bertemu denganmu.
......
.........
...........
.............