Bahu ini menarik lupa lelahnya
Saat hujan menyisakan basah dan langit bersedia berbagi Matahari
Wajahku masih menatap langit ketika suaramu membalut luka-luka
Entah sampai kapan suaramu akan datang dan pergi
Seandainya saja dia menetap disini.
Terendap untuk sesaat tenang itu
Saat kupetik tatap dari kedua matamu
Lalu terhempas seraya dirimu melintas lepas
Kita hanya bertemu mata saat malaikat mulai mencatatnya
Sepertinya langit kembali memaksaku meregang lara.
Kabut nelangsa pekat kembali menyergap
Dalam keruh air mata aku benar-benar lelah
Aku sesuatu yang tidak berhak atasmu
Akan tetap menatap langit sampai tiba saatnya
Aku tahu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar