Menangis,
Bersetubuh dengan pengap
Menabuh genderang kepenatan Yang semakin menyekap
Geram aku dengan luka
Tersudut dalam lembab suasana kepedihan.
Benak yang terhina,
Pada setiap hela nafas yang meronta
Yang kudekap sedari tadi
Kau sematkan di dahiku.
Gemeretak,
Bunyi angan yang terbakar
Yang kubelai sedari tadi
Punah sudah............
Nyali yang terdiam,
Menatap mati keadaan
Menyesali tersungkurnya mimpi
Untuk kisah yang mungkin saja indah
Dia, mungkin dia, tapi bukan dia
Yang lebih tertarik berkata “Tidak”
Daripada “Iya” untuk menjadi,
Kekasihku...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar