Kamis, 18 Desember 2008

DIA

Menangis,

Bersetubuh dengan pengap

Menabuh genderang kepenatan Yang semakin menyekap

Geram aku dengan luka

Tersudut dalam lembab suasana kepedihan.

Benak yang terhina,

Pada setiap hela nafas yang meronta

Yang kudekap sedari tadi

Kau sematkan di dahiku.

Gemeretak,

Bunyi angan yang terbakar

Yang kubelai sedari tadi

Punah sudah............

Nyali yang terdiam,

Menatap mati keadaan

Menyesali tersungkurnya mimpi

Untuk kisah yang mungkin saja indah

Dia, mungkin dia, tapi bukan dia

Yang lebih tertarik berkata “Tidak”

Daripada “Iya” untuk menjadi,

Kekasihku...

Tidak ada komentar:

Pengikut