Kamis, 28 April 2011

PUISI TERAKHIR

Senja telah dipertemukan malam
Saat langkah-langkah kecilmu mendahului lelahku untuk hari ini...
Riak kecil yang kau buat dalam genangan air mata
Saat kau mulai melepas sentuhan
Hati ini masih menghadapmu...
Tapi apakah aku yang lalu sepadan untuk cintamu saat itu.

Begitu sulit untuk menahan kerinduan agar tetap ditempatnya
Nafas yang enggan meninggal mati keadaan
Membuatku hidup tanpa hati untuk sudahi sisa hari
Bait-bait ini kutulis pada angin yang berhembus pelan
Kutitipkan salam dari kerinduan yang selalu saja ingin melompat dan berlari kearahmu
Lambatnya malam menelan sisa-sisa hari menyisakan arti yang berbeda akan perih

Akankah cemas melepas harap atas kisah
Saat terjaga di sepertiga malam dengan doa yang masih saja sama
Tengkuk ini terasa dingin, kerut kerut penyesalan mengukir dahi
Diantara pekat malam yg melambatkan kesadaran.
Simpanlah aku didalam hatimu selama yang engkau mau
Berbagi nafas, hanyut dalam setiap denyut nadimu
Serta melekat pada setiap detak jantungmu.

Selayaknya nyawaku dalam jasad ini...

...

Tidak ada komentar:

Pengikut